Kabar Mojokerto - Kondisi jalan penghubung antar dusun di Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, semakin memperlihatkan kerusakan yang parah.
Permukaan jalan yang dulunya dilapisi aspal kini hanya tersisa batu kerikil, menyerupai jalan makadam yang sulit dilalui dengan lancar.
Pantauan Kabarmojokerto.id di lokasi, jalan yang sebelumnya dilapisi aspal kini hampir tidak dapat dikenali lagi. Sebagian besar permukaannya dipenuhi batu kerikil yang mengganggu kelancaran lalu lintas, bahkan beberapa bagian menjadi genangan air saat hujan turun, memperburuk kondisi jalan yang sudah rusak.
Baca Juga: Jalan Mojokerto-Mojosari Rusak Parah, Waspada Kecelakaan Menjelang Tahun Baru
Jalan ini merupakan satu-satunya akses bagi warga Dusun Santren untuk menuju Dusun/Desa Wunut, Mojoanyar. Sebagai jalur vital yang menghubungkan dua dusun, kondisi jalan yang buruk tentu mempengaruhi aktivitas masyarakat. Rata-rata pengguna jalan terpaksa mengurangi kecepatan kendaraan mereka untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada kendaraan maupun kecelakaan.
"Jalannya sudah lama rusak," ungkap Yudi, seorang warga setempat, pada Sabtu (4/1/2025).
Tak hanya dilalui petani, jalan ini juga digunakan oleh anak-anak sekolah dan masyarakat umum. "Anak-anak sekolah juga lewat sini karena lebih cepat," tambah Yudi.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya akses jalan ini untuk berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga petani, yang kerap mengandalkan jalan ini untuk menjalankan aktivitas mereka sehari-hari.
Baca Juga: Duh! Trotoar depan Kantor Samsat Payment Point Jadi Tempat Pakir Mobil Mewah
Menurut informasi yang diterima, kerusakan jalan ini sudah berlangsung lebih dari 10 tahun, namun hingga kini belum ada perbaikan yang signifikan. Kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas perawatan jalan ini, apakah pemerintah desa atau Pemerintah Kabupaten Mojokerto, juga masih belum jelas.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur yang sangat memengaruhi kehidupan warga.